Cinta itu adil. Allah menakdirkan cinta dalam keadilan. Sehingga cinta tak memandang dari status, jabatan, kaya, miskin, tua, ataw pun muda. Semua dapat merasakan dan memiliki cinta. Begitupun cinta yang ada di balik pondok. Entah harus dimulai dari mana.???
Sebagai seorang santri yang sudah terbiasa dengan apa-apa yang seharusnya ia kerjakan.
Dimulai aktivitas yang padat, dan juga dalam factor beribadah. Santri pun bisa dikenali dengan ilmu. Ilmu agamanya yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena mungkin factor keseharian yang dipenuhi dengan tuntutan keagamaan. Dibalik semua itu ada juga hal menarik yang terdapat pada kehidupan anak-anak santri disana, khususnya kisah cinta yang terdapat di dalamnya, berawal dari tempat yang terpisah antara asrama putra dan putri, seakan cinta mereka dibatasi dengan tembok penghalang.
Cinta mereka tertutup dan saling tutup menutupi, sebagian berpendapat bahwa ini adalah sebuah pengorbanan dalam menjalani sebuah percintaan. Cinta di balik pondok ini, sering membuat mereka jatuh bangun membina dan memperbaiki tak kala masalah yang timbul, karena factor tempat yang terpisah, inilah apabila masalah datang. Maka mereka hanya bisa menahan gejolak kemarahan dan menunggu waktu sesabar mungkin agar masalahnya dapat dibicarakan bersama pasangan mereka, atau pun malah nunggu sampai liburan tiba. Terkadang santri yang lebih ekstrim dia nekat menghancurkan penghalang dengan cara-cara yang mereka miliki, tanpa menyadari bahwa mereka telah merusak norma-norma kesantrian, dan sudah tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, sebagai seorang santri yang lebih baik yaitu bagaimana dia bisa mencari setitik pun kebarokahan pada setiap sudut pondok tersebut, tapi mereka malah menghiraukannya dan lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu mereka. Hal ini sering terjadi tatkala masalah yang timbul akibat perasaan mereka yang berkaitan dengan masalah cinta.
Lain halnya dengan pasangan yang bisa menahan perasaan mereka, mereka percaya cinta yang sesungguhnya bukan dengan menyimpang dengan norma yang baik, sebagaimana mereka berkata: cinta itu suci seperti embun yang turun ke bumi, tapi yang membedakan adalah buminya, jika bumi itu subur maka yang timbul dari cinta tersebut adalah kesetiaan, sifat terpuji, kesucian hati, keikhlasan serta perangai yang baik. Lain halnya bumi yang tandus dan gersang, akan timbul karena cinta itu kedurjanaan penipuan, langkah serong dan prilaku yang buruk. Sebagian dari mereka yang berkata demikian bisa dikatakan lebih langgeng dalam masalah mempertahankan cintanya, karena dia yakin cinta sejati bukan melanggar peraturan-peraturan pondok, dan menyimpang dari norma yang baik, tapi dimana mereka saling menghargai dan menjaga perasaan masing masing dengan tetap melaksanakan peraturan dan menjauhi larangan pondok tersebut sekalipun harus melawan ombak dan badai serta adanya penghalang, batas itu bukanlah suatu masalah bagi mereka,karena mereka yakin masalah yang timbul pasti suatu saat dapat ditemui titik ujung,sehingga tidak perlu berbuat yang bertentangan dengan pondok seperti kirim kiriman surat atau berjanjian tanpa sepengetahiaun yang lain, itu adalah cara yang salah.
Biasanya masalah- masalah yang timbul yaitu adanya kesalahpahaman antara mereka.khusunya kaum hawa, mungkin karena seorang wanita lebih dalam masalah perasaan yang mereka miliki dari pada perasaan laki- laki. sedikit berita yang datang dari kekasih laki lakinya mereka termakan omongan berita , sehingga masalah sedikit demi sedikit muncul,padahal mereka belajar bahwa berita itu bisa mengandung benar atau bohong ,tapi mereka malah lebih melihat isi berita tersebut dengan menyalahi pihak laki lakinya para santri yang tidak tau akan kejadian ini pun mereka dipermainkan oleh omongan yang datang mereka tidak tau apa apa tentang suatu fitnah yang menimpanya jika memang ia tidak merasa bersalah dan tidak seperti yang dibicarakan kekasihnya. kesalahpahaman ini sering timbul karena pihak ketiga yang mencoba masuk ,entah dari pihak ketiga ini dia tertarik pada salah satu dari pasangan tersebut atau faktor lain dengan mengakui dirinya sebagai pacar atau adik angkat atau kakak angkat yang terjadi pada kehidupan santri ini. Masalah kakak angkat dan adik angkat yang terjadi di pondok ini menarik untuk didengar bagi pasangan mana pun mereka paling takut apabila ada dari kekasihnya yang memiliki hubungan kekerabatan dangan adik atau kakak kelas Yang berlawanan jenis dari pihak laki-laki mereka lebih takut jika pasangannya itu dekat dengan perempuan lain,yang lebih parah lagi yaitu mempunyai seorang adik angkat perempuan lebih lebih adiknya itu mempunyai factor factor yang dapat membuat hati sang kekasih was was, baik dari segi kecantikan,kemampuan dan lain lain,tapi tidak jika santri putra (kekasihnya)itu memiliki kakak perempuan .
Setelah itu dari pihak laki laki pun sama, tapi yang ditakuti dari pihak laki-laki yaitu kakak angkat laki laki yang telah resmi menjadi kakak kekasihnya.timbul rasa cemburu yang sangat,karena emosional dan ego yang dimiliki oleh kaum laki-laki, tapi tidak jika santri putri (kekasihnya) itu memiliki adik laki laki ,tidak,disini bukan tidak secara diam,tapi rasa yang tidak nyaman dirasakan dari adik angkat laki-laki perempuannya, jika sang pacar tidak mau mengajaknya bicara atau mengakui juga sebagai adiknya.
Kejadian diatas tidak dapat ditemui, kacuali dalam kehidupan santri. Kita berlanjut jika liburan datang berbagai macam planning kedepan telah tercatat dalam suatu lembaran. rasa ingin bertemu sang pujaan,serta rasa rindu yang tertahan dan terhalang oleh tembok dan bangunan- bangunan ,semua meledak dan bergejolak keluar tatkala pengumuman liburan telah disiarkan.
Cinta di pondok itu jika dilhat dari kekuatan dalam mempertahankannya itu hanya tiga.yang pertama cinta itu hanya sebagai pewarna dalam keseharian hidup seorang santri dan hilang sebelum mereka keluar atau putus ditengah jalan ,yang kedua cinta itu terus bertahan sampai lulus dari pondok dan setelah itu hilang ,biasanya disebabkan oleh faktor tuntutan atau karena sifat manusia yang menyukai sesuatu yang baru dan lebih memiliki untuk mencari kekasih yang baru,yang ketiga cinta ini dapat bertahan dan melewati ujian mereka dengan baik ,setelah lulus mereka masih bisa menjaga perasaan mereka dan mendapat sinyal yang positif dari kedua orang tua mereka ,sehingga sampai titik akhir pada pencarian cintanya yaitu palaminan.
Di balik ini semua ,seharusnya sebagai seorang santri itu jangan terlalu condong kemasalah percintaan,setidaknya mereka lebih melihat kepada impian-impian dan cita-cita mereka,karena jika dilihat dari pemikiran yang dimilki santri mereka memiliki cita-cita yang tinggi dan impian yang besar.Mengapa setidaknya mereka memilih untuk mengembangkan bakat –bakat mereka dan berusaha mencapai cita-cita mereka ,sehingga suatu saat mereka dapat merasakan arti pencapaiannya dan susah payahnya hidup dalam pondok ,dengan impian mereka yang telah tercapai.
By: al-ghozali & saputra…
0 komentar:
Posting Komentar